Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah
dan yang sempurna. Roma 12:1-2
Semua sudah hafal ayatnya, semua tahu lagunya dan bisa menyanyikannya, tapi segelintir yang melakukannya. Banyak email-email dilayangkan kepada kami dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggelikan semacam bagaimana memberikan perpuluhan, dipotong dari netto, bruto, bruno, atau buto. Memberi sedikit aja masih mau dipotong-potong, bagaimana mungkin memberi tubuhnya? Padahal yang sedikit diminta itu menandakan hatinya. Dimana ada hartamu, di situ ada hatimu. Jika hartanya di dunia, hatinya nanti ketinggalan nggak terangkat ke sorga. Nggak bisa dipungkiri, kalau ngasihnya sedikit, pemberian hatinya sedikit, berarti kasihnya sedikit dan perhatiannya hanya sedikit. Tidak dihitung dari jumlahnya tapi nilai pemberiannya. Jika orang kaya memberi hanya 1 juta, berarti itu sangat sedikit. Tapi orang biasa dengan gaji 2 juta memberi 500 ribu itu sangat besar. Kalaupun uangnya seluruhnya diberikan, berarti baru hatinya yang diberikan; tapi kalau udah sampe menyerahkan waktunya, kehendaknya, dirinya, hidupnya dan masa depannya, itu baru dinamakan persembahan yang HIDUP, KUDUS, BERKENAN, dan baru ibadahmu disebut SEJATI. Lalu kalau kurang dari itu persembahan dan ibadah yang macam apakah di hadapan Tuhan? You know the answer.
Ah, yang penting Tuhan khan tahu hati kita… Ya bener, yang pasti hatimu ada di uangmu. Kalau ngeluarin uang aja seret, hatinya ama Tuhan pasti seseret itu. Kita memang nggak pernah bisa bohongin hati nurani kita, apa yang tertuang keluar, itu hasil dari apa yang terkandung di dalam. Jangan lupa bahwa apa yang terjadi di bumi ini menggema di Sorga. Semua yang dipersembahkan di bumi juga terpatri di Sorga, dan semua penilaian terakhir di Sorga ditentukan oleh bagaimana kita berbuat kepada-Nya selama di bumi.
Jadi nggak peduli diberikan lewat siapa, apa itu gereja, organisasi, perorangan, orang miskin, atau siapa saja yang dituntun oleh Roh Kudus, tetap tercatat di Sorga. Bukan jumlah uangnya, tapi nilai dari pemberian itu. Tidak hanya nilainya saja, tapi ketaatannya yang lebih penting. Kalau cuman nilainya, tapi nggak taat ya percuma. Kalau misalnya Tuhan udah nyuruh kita memberikan kepada seseorang, tapi karena kita sebel liat kelakuan orang itu lalu kita nggak jadi memberi kepada orang itu dan mengalihkannya kepada orang lain, persembahan itu akan sia-sia di mata Tuhan. Sebab kita dituntut untuk memberi bukan berdasarkan keinginan atau kehendak hati, tetapi ketaatan kepada Tuhan, walaupun Tuhan sering menuntun kita untuk memberi dengan cara memberikan dorongan dalam hati. Tetapi ada saat-saat tertentu dimana kita diuji, apakah kita taat atau semaunya sendiri.
Pernah saya merasa iba dengan seseorang yang diurapi, karena buah-buahnya nyata, hidupnya benar-benar sebagai perwakilan dari Roma 12:1 itu tadi. Jadi saya berkata dalam hati, jika seandainya Tuhan memberi saya uang segini, saya akan memberikannya sekian. Itu permintaan yang selama ini belum pernah dijawab, karena nilainya gedhe. Saya memang ingin memberi dengan jumlah gedhe, sekaligus segepok yang kalau jatuh bunyinya BUGKH!!! Karena saya pikir kalau ngasih orang selevel itu dengan pemberian unyil, saya menghinanya dan mempermalukan diri sendiri. Tapi suatu hari yang nggak terduga saya bener-bener mendapatkan uang lebih gedhe dari yang saya minta kepada Tuhan. Tapi alas, orang yang pernah saya ingin beri itu membuat pernyataan yang sangat menyakitkan tentang saya di hadapan orang lain. Saya kecewa. Tetapi karena saya pernah bernazar (walaupun dalam hati, tapi itu saya minta diam-diam di hadapan Tuhan dan saya ingat betul), maka saya memberikan uang yang besar itu kepada orang yang menyakiti hati saya, tanpa nama, tidak ingin ditahu dia bahwa sayalah yang memberikannya walaupun saya menyerahkannya face to face.
Saya tidak mengerti apakah itu merupakan suatu ujian hati dan ketaatan, tapi bagi saya uang bukanlah segalanya, jadi saya tidak menahan apapun dari siapa pun jika Tuhan menyuruh saya atau saya sudah berjanji di hadapan Tuhan. Tuhan bahkan memberkati lagi dengan cara-cara yang sangat menakjubkan. Itu jalan Tuhan, seringkali sukar, tapi bukankah sebagai hamba kita hanya dituntut taat?
Betapa inginnya saya mengajarkan mengenai hal-hal yang lebih tinggi dari sekedar uang, tetapi saya sedih karena banyak orang yang hanya bicara masalah uang kecil, sementara Tuhan ingin sekali mempercayakan harta bangsa-bangsa kepada orang-orang yang didapati-Nya bisa dipercaya. Masa sih Tuhan nggak ingin memberkati anak-anak-Nya, apalagi para profesional Kerajaan yang hidup di market place? Dia sangat ingin melimpahkan harta-Nya untuk menggenapi rencana-Nya. Tapi mereka-mereka hanya bicara sebatas uang kecil, memberi uang kecil, dan hanya minta didoakan untuk dapet berkat berkat berkat gangthou gedhe. Saya sedih memang, dan saya tidak bisa bicara banyak mengenai hal keuangan. Hal-hal besar yang Tuhan ingin berikan kepada umat-Nya harus ditahan, karena mereka belum siap dipercaya dengan harta Sorga.
Ada yang sama nilainya sama dengan ayat di atas, yaitu Matius 16:24-26
24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?Matius 16:24-26
Siapa mau mengikut Yesus? Semua akan berbondong-bondong. Untuk apa? Mendapat berkat, disembuhkan, kaya, masuk Sorga. Tapi Yesus dengan tegas menyatakan bahwa orang yang mau mengikut Dia harus?
Menyangkal diri
Memikul Salib
Lalu kebalikan dari 2 hal yang diajukan Yesus yang seringkali dipertahankan dalam pengiringan kepada-Nya atau taat kepada-Nya no matter what yaitu:
Nyawa/jaminan masa depan
Harta/hal-hal duniawi
Lalu jika melakukan yang lebih rendah daripada itu? You also know the answer.
Tuhan berkata agar kita pergi sampai ke ujung bumi untuk menjadikan segala bangsa MURID. Tetapi syarat menjadi murid itu adalah 2 hal di atas. Jadi jika tidak melakukannya apakah bisa disebut murid? Semua orang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Tapi untuk melakukan, saya harap mulai sekarang Saudara mulai memikirkannya.
Firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang benar hampir tidak diselamatkan, bagaimana dengan orang fasik? Kriteria masuk Kerajaan Sorga itu tidak semudah apa yang diremehkan kebanyakan orang Kristen. Jangan berpikir bahwa Anda sudah jadi Kristen, ke gereja tiap minggu bahkan jadi pelayan Tuhan maka engkau akan masuk Sorga. Sorga tidak membuat peraturan semurah itu. Benar Tuhan murah hati dan tidak ingin seorang pun binasa, tapi jangan lupa juga bahwa Ia tidak membiarkan Diri-Nya dipermainkan, apa yang kau tabur, itu juga yang akan kau tuai. Jika engkau menabur ketidaksetiaan, menabur ketidakmurahhatian, engkau juga akan menuai hal yang sama. Bahkan lebih, sebab kalau menabur pasti cuman beberapa biji, tapi menuai pasti berbiji-biji. Jadi menabur kejahatan sedikit akan menuai kejahatan banyak.
Baca ayat-ayat di bawah ini baik-baik, jangan ada yang diloncati, kalau perlu diprint, dihighlightin, lalu dipelajari baik-baik, sharingkan dengan papa mamamu, dengan anggota komselmu, dengan teman-temanmu. Karena sudah saatnya kita serius, kedatangan Yesus sudah deket banget. Yang nggak mempersiapkan diri baik-baik akan ketinggalan dan akan meratap selamanya.
Luk 13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Luk 13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Luk 13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
Luk 13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
Luk 13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
Luk 13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
Luk 13:29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Luk 13:30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."
Luk 18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Luk 18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."
Luk 18:28 Petrus berkata: "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau."
Luk 18:29 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya,
Luk 18:30 akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."
1Pet 4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
1Pet 4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
1Pet 4:18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?
1Pet 4:19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.
Whoah…nggak gampang khan masuk Sorga? Tapi segala sesuatu mungkin, kata Tuhan. Bagi yang benar-benar tidak meremehkan Firman-Nya, bagi yang benar-benar menjadi pelaku Firman, see you in heaven ya.
NB: Dalam pelajaran-pelajaran kami mengenai uang, memberi, ketaatan – kami tidak mendorong Saudara untuk memberi di tempat pelayanan The Kingdom. Dengan sangat hati-hati kami menjaga hati agar pengajaran dan pelayanan kami murni dan tidak mengandalkan manusia – kami tidak menjadikan pembaca kami sebagai target donatur pelayanan ini. Kami hanya mengajar agar Saudara taat kepada suara Tuhan yang mendorong Saudara kemana dan kepada siapa Saudara harus memberi – baik gereja Saudara, pendeta Saudara, hamba Tuhan yang sudah menjadi berkat bagi perubahan hidup rohani Saudara, yayasan sosial, pelayanan tertentu, yatim piatu, gelandangan, penginjilan, misi, dll. Sebab Tuhan menyuruh agar kita menggandakan talenta yaitu uang dan dipersembahkan untuk Dia yang memanggil kita semua menjadi hamba. Dia akan memberkati hamba-hamba yang taat dan mempercayakan lebih kepada mereka yang tidak merasa bahwa uang yang dipercayakan itu adalah miliknya yang dapat dipakai sesuka hatinya. Dia sedang terus mencari mereka yang dapat dipercaya dengan harta Sorga untuk dapat menyelesaikan proyek-proyek Tuhan pada generasi ini. Yang dapat dipercaya dalam hal kecil akan ditambah-tambahkan dengan kepercayaan besar dan tinggi.
Take From http://www.maqdalene.net