Excellency

Posted by Posted by Yosi Budiarto On 8:10 AM

Bulan September kemarin, FGCC mengangkat tema ‘ABOVE AVERAGE’ sebagai tema bulan September. Tentu nya kami berharap para jemaat FGCC tidak hanya ‘above average’ dibulan September saja tetapi setiap bulan kita harus bertindak ‘above average’ dan menjadi excellent di bidang kita masing-masing.

Menjadi excellent bukan hanya sebuah keharusan tetapi tanggung jawab kita juga sebagai anak-anak Tuhan. Tapi terkadang banyak hal yang membuat kita gak excellent atau menunda untuk excellent.

Some of the main reason would be:

Malas
Hal yang paling common pastinya kemalasan. Karena, malas adalah hal yang terlebih dahulu menyerang saat kita mau memberikan yang terbaik. Excellency membutuhkan pengorbanan dan terkadang kita malas untuk berkorban, malas untuk keluar dari comfort zone, dan malas untuk melakukan lebih.

Menunda
Masih berhubungan dengan point yang pertama, kebiasaan menunda membuat kita tidak perform excellent dan menunda membuat setiap progress jadi tersendat dan menumpuk. Do what you have to do NOW.

Sungkan
Tanpa kita sadar sungkan menjadi salah satu alasan untuk kita tidak bertindak excellent, takut dikira lebay, takut kalau dianggap berlebihan, atau takut dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Why do we have to be afraid of doing the right thing?

Cepat puas
Cepat puas membuat kita membatasi kemampuan kita, actually we can do more, tapi karena kita merasa sudah cukup puas dengan hasil yang sekarang, tanpa sadar kita hanya bertindak setengah dari kemampuan kita. Pada hakikatnya dunia ini adalah dunia yang terus berkembang. Kalau kita lihat technology yang terus berkembang membuktikan bahwa manusia juga terus mengalami perkembangan. Perbandingan technology 2 atau 3 tahun lalu dengan tahun sekarang membuktikan bahwa we can do more. So, jangan cepat puas di tingkat tertentu saja.

Jadikan excellency sebagai gaya hidup dan bukan tanggung jawab. Excellent bukan perfectionist, bahkan ada yang bilang ‘Perfectionism is an evil mutation of striving for excellence’. Perfectionist berarti melakukan sesuatu tanpa cacat (flawless) dan seorang yang perfectionist tidak sungkan-sungkan untuk mengorbankan orang lain demi mencapai targetnya sedangkan excellent berarti melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan orang lain. Jangan sampai terjebak dalam perfectionism dan membuat kita tidak bisa lagi membedakan perfectionist dan excellence.

Berbuat lebih dari yang diharapkan bukan karena keharusan but because we happy doing it.

Tuhan memberkati

Take from http://freshgeneration.org