My Heart, My Future

Posted by Posted by Yosi Budiarto On 2:48 PM

Masa depan?

Kehidupan kita sebagai anak muda, tidak terlepas dengan kata "masa depan"..

Kata-kata inikah yang sering muncul dalam benak kita? Di saat persimpangan jalan kita menentukan arah tujuan hidup kita.

Kita perlu menyadari bahwa masa depan kita ditentukan oleh keputusan kita hari ini. Bagaimana kita menetapkan hati kita saat ini..


Mari kita renungkan dan baca ayat berikut..

Matius 13: 1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. 13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Di dalam ayat tersebut ada 4 jenis hati:

1. Hati yang keras dan cuek.
2. Hati yang dangkal.
3. Hati yang mendua.
4. Hati yang baik & bertekun; 100X, 60X, 30X

“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.“ (Lukas 8:15)

Kita semua pasti pengen punya hati yang nomer 4 kan? Nah, apa sih artinya hati yang baik dan bertekun?

Kita perlu berakar dalam Dia - akar adalah untuk KEKUATAN dan PERTUMBUHAN PERMANEN.

1. Akar yang melebar alt

* Ini bicara akar yang kuat dan berpengaruh.
* Kita perlu merenungkan firman Tuhan secara meluas.

Berakar yang melebar dengan memiliki target untuk membaca alkitab adalah suatu investasi yang berharga agar kita semua punya dasar yang benar dan kuat. Kita gak bakal gampang dipengaruhi oleh tipu muslihat dunia ini.



Kita perlu terus bertumbuh menjadi seorang Kristen dewasa .

2. Akar yang mendalam

altKaktus adalah tumbuhan yang bertahan di padang gurun! Akarnya sangat dalam sampai ke sumber mata air.

Semakin dalam akarnya, semakin kokoh juga tumbuhan kaktus itu.

Di Malaysia ini merupakan kesempatan untuk kita bertumbuh & mengenal Tuhan secara pribadi dan lebih mendalam lagi.

Iman kita tidak lagi bergantung sekitar kita, bukan lagi “iman rame-rame”

Dengan dalamnya hubungan kita dengan Tuhan, Dia pasti akan bukakan hal-hal baru dan istimewa dalam hidup kita. Masa depan kita pun bukan suatu hal yang membuat kita gelisah lagi. =)

Mari kita mulai bangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, dan lebih radikal lagi bagi Dia. Dalam pergaulan kita, dalam tutur bahasa kita dan dalam segala aspek kehidupan kita.

Jangan takut disebut orang aneh. Ketika membangun sesuatu yang berakar dalam, kita sedang membangun kehidupan yang akan bertahan secara permanen, kehidupan yang terus berdampak di manapun dan kapanpun juga.

Mari kita jangan menyia2kan anugerah Tuhan. Dont take for granted. Hindari kebiasaan memboroskan waktu, harta, facilitas, kesempatan dsb.

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Matius 5:6).

Ingat bahwa sikap hati kita terhadap Firman Tuhan akan menentukan masa depan kita. My heart, my future.
Jangan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
(dari khotbah Eddy Chang di Fresh Youth, 2 Agustus 2009)

Take From http://freshgeneration.org