Menumpang Truck

Posted by Posted by Yosi Budiarto On 3:36 PM

Pada suatu ketika seorang pria sedang berjalan di tepi sebuah jalan yang besar namun penuh dengan debu. Cuaca saat itu sangat panas dan lembab. Pria itu sedang membawa sebuah tas ‘backpack’ yang kelihatan terisi penuh dan berat. Tak ada tempat tersisa di backpack itu, kelihatannya. Selain daripada itu, ia juga membawa 2 buah tas yang masing-masing satu dia pegang di tangan kanan dan kirinya.
Tas-tas itu juga kelihatan terisi penuh dengan barang-barang. Entah apa yang dibawa pria itu. Namun yang pasti pria itu terlihat sangat bersusah payah berjalan hendak menuju tujuannya. Dia mengerti bahwa jalannya akan sangat berat. Karena itu ketika ada truk dari pasar mendekat, dia segera meletakkan tas di tangan kanannya, kemudian mengangkat tangan untuk menumpang.

Sang pengemudi truk tentu kasihan melihat sang pria dan bertanya apakah dia menuju arah yang sama. Ternyata jawabannya iya. Pengemudi kemudian bertanya, apakah pria itu tak keberatan untuk ditempatkan di belakang truk, dan pria itu mengangguk tanda setuju.

Truk itu kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuannya. Setengah perjalanan, sang pengemudi secara kebetulan melihat lewat kaca belakangnya dan dia terkejut bukan main. Apa yang terjadi???

Ternyata sang pria itu tidak sedang duduk. Dia terus berdiri selama perjalanan. Dan bukan itu saja, dia tetap membawa backpacknya, dan dia tetap memegang kedua tas, satu di kanan, satu di kiri. Aneh bukan?

Cerita tadi mungkin juga terjadi dalam kehidupan kita. Dalam hidup kita ada pergumulan, ada kejadian-kejadian yang terasa seperti beban yang sangat berat. Punggung kita hampir tidak mampu membawanya, dan tangan kita sudah sangat lelah membawa-bawa kesedihan di tangan kanan dan kesusahan di tangan kiri. Kita memerlukan pertolongan. Yesus memberikan pertolongan itu, dan kita kemudian mengiyakannya. Namun seringkali kita masih merasa beban itu begitu berat, mungkin … hanya mungkin … karena kita masih membawa-bawa beban itu ke mana-mana dan tidak benar2 menyerahkannya kepada Allah kita.

Yesus katakan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28. Karena itu mari, saat kita merasa letih lesu dan berbeban berat, mari kita benar2 datang kepada Yesus, beristirahat dan bersandar kepada Dia. Dan kita selalu setia dan percaya … bahwa Yesus, Allah yang Maha Kuasa dan yang begitu mengasihi kita, maka PASTI dan AMIN … Yesus akan memberikan kelegaan kepada kita.

Amin.

Take from http://freshgeneration.org