I. Jika tidak bekerja tidak makan
a. 2 Tesalonika 3: 10, .Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
b. Amsal 28: 19, Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.
c. Kejadian 3: 19, ..dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah.
Ada tiga karakteristik orang yang tidak perlu ditolong:
* Mereka yang tidak mau bekerja atau tidak tertib hidupnya /tidak disiplin (lihat juga Amsal 6: 6-11; 19: 15; 20: 13; 21: 25; 24: 30-34)
2 Tesalonika 3: 10- 11, .Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
* Mereka yang tidak mau menerima teguran atau nasehat
2 Tesalonika 3: 14, Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakaa dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia.
* Mereka yang kikir
Amsal 28: 22, Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.
Jadi, Allah tidak memberkati mereka yang malas.
II. Pergi kepada semut
Amsal 6: 6, Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadiklah bijak.
Apa yang dapat kita pelajari dari seekor semut?
1. Semut tidak mempunyai pemimpin
* Yang memotivasikan seekor semut untuk bekerja adalah teladan dari semut yang senior. Semut-semut yang sudah senior, selalu memiliki semangat dalam bekerja, dan menjadi teladan bagi semut-semut yang masih junior. Seekor semut dapat hidup sampai usia 6-tahun. Sekalipun semut sudah lanjut usia, mereka tetap masih bekerja. Pada umumnya semut yang masih junior tinggal di nursery, sedangkan semut yang senior bekerja untuk membawa makana ke dalam lumbung. Jadi semut tidak memiliki supervisors, ketua, atau pemimpin.
2. Semut menyediakan makanan pada waktu musim panas
* Semut adalah seekor binatang seperti insects lainnya, dimana tubuh mereka sangat di pengaruhi oleh suhu udara. Apabila musim dingin, maka tubuh mereka menjadi lemah. Oleh sebab itu, mereka bekerja mengumpulkan makanan selama musim panas, sehingga mereka dapat beristirahat di musim dingin.
* Semua adalah binatang yang sangat ringan. Tetapi mereka memiliki kekuatan yang luar biasa. Semut dapat mengangkat sehelai daun yang beratnya lima puluh kali lebih daripada berat tubuhnya sendiri dengan jarak lima puluh meter. Seumpama seorang manusia yang beratnya 100 kg mengangkat 5 ton di- punggungnya sejauh 25 km. Semut dapat bekerja, dalam sehari, membawa makanannya kedalam sarang sejauh kurang lebih 133 m, untuk empat kali pulang-pergi. Seumpama seorang melakukan suatu perjalanan sepanjang 100 km.
3. Semut saling mengorbankan diri demi kebutuhan
* Apabila air masuk ke dalam lumbung persediaan makanan mereka sehingga menjadi basah, maka semut mengeluarkan persediaan makanan tersebut dari lumbung untuk dibawa kepermukaan tanah, supaya di keringkan oleh panas matahari. Lalu setelah persediaan makanan itu menjadi kering, mereka membawa kembali kedalam lumbung.
* Mereka menyediakan susu dengan cara berikut: Beberapa ekor semut meminum susu atau mengisi perutnya dengan susu hingga penuh, sampai bengkak. Kemudian mereka bergantung diatas ceiling dari lumbung persediaan (sebagai milk tangks). Semut yang lain dapat mengambil kebutuhan susu dengan jalan mengisap milk tanks tersebut.
III. Kemalasan merupakan suatu product
Amsal 24: 30-34, Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring, maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Kemalasan itu bertumbuh secara bertahap di dalam diri seseorang. Itu dimulai dari orang-orang yang membiarkan dirinya menyerah kepada kemauannya dan tidak mampu melawan kemauannya. Dan pada akhirnya, menimbulkan suatu kelumpuhan dalam hidupnya.
Cara mengatasi: Orang tersebut harus diberi tanggung jawab dalam suatu pekerjaan serta dituntut untuk itu.
IV. Belajar disiplin untuk bangun pada waktunya
Amsal 6: 9, Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
Disini Salomo berbicara mengenai waktu yang terlalu banyak digunakan untuk tidur.
Kata diligently (rajin & tekun) di dalam bahasa Ibraninya diterjemahkan to be up early at a task (bangun pagi untuk mengerjakan sesuatu).
* Hati-hati dengan keterikatan untuk tidur (Amsal 26: 14; 20: 13)
* Hati-hati dengan tidur yang pada akhirnya mendatangkan kelambanan (Amsal 19: 15)
* Hati-hati dengan tidur yang pada akhirnya merampas seluruh berkat kita (Amsal 24: 33-34)
* Hati-hati dengan little extra sleep (Amsal 6: 10-11)
* Hati-hati dengan tidur yang tidak teratur (Amsal 10: 5)
V. Belajar untuk menghargai waktu
Setiap waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi. Jangan selalu menunda-nuda pekerjaan. Kerjakan sampai tuntas segala sesuatu yang telah dimulai. Nasib bergantung kepada kita bukan kita kepada nasib (artinya kita yang menentukan nasib hidup kita sendiri bukan hidup ditentukan oleh nasib).
Konklusi:
Tangan Tuhan selalu pada orang yang rajin:
* Ia mendatangkan kekayaan kepada mereka
Amsal 10: 4, Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya
* Ia memberikan otoritas dan kekuasaan kepada mereka
Amsal 12: 24, Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa
* Ia mendatangkan kenikmatan kepada mereka enjoy your possessions
Amsal 12: 27, Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga
* Ia mendatangkan kelimpahan kepada mereka
Amsal 13: 4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan
* Ia memberikan kreativitas dan resourceful
Amsal 21: 5, Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan
* Ia mendatangkan penghargaan kepada mereka given honor
Amsal 22: 29, Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan dihadapan orang-orang yang hina
Artikel :
Obat Bagi Si Pemalas
Setiap tahun jutaan penduduk dunia meninggal di akibatkan oleh virus dan bakteri. Bahkan akhir-akhir ini semakin banyak penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang tidak ada obatnya. Dan banyak ilmuwan yang terus berusaha menemukan obatnya.
Tetapi ada satu penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat membunuh ‘milyaran potensi dan berkat' yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia. Penyakit ini sangat mudah menular, tidak memerlukan kontak fisik atau transfusi darah untuk menularkannya, tidak dipengaruhi oleh iklim atau geografis dan bisa menimbulkan banyak masalah.
Nama penyakit ini adalah: NATO = No Action Talk Only.
Orang yang mengidap virus mematikan ini disebut : Pemalas.
Amsal 26:13-16
Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya. Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya. Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.
BAGAIMANA MENANG TERHADAP KEMALASAN :
1. Melihat MANFAAT bukannya RESIKO
Amsal 26:13
Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!"
Di dalam Amsal 30:30 dikatakan, singa adalah binatang yang terkuat. Memang singa seringkali ditemukan di hutan , padang , atau kebun tetapi tidak pernah ditemukan di jalan raya apalagi di gang.
Kesempatan bagi seekor singa untuk benar-benar berkeliaran di jalan-jalan di sebuah kota di Israel sama kecilnya dengan seekor zebra yang berjalan di depan rumah anda. Kejadian seperti itu tidak biasa terjadi.
Setiap kali mau bertindak , si pemalas akan langsung melihat resiko yang dihadapi bukannya manfaat dari apa yang akan dikerjakannya. Pikiran seorang pemalas terbiasa untuk melihat alasan negatif yang dibesar-besarkan. Seringkali ia membuat pembenaran untuk dirinya sendiri padahal sesungguhnya ia malas bertindak.
Setiap tindakan kita pasti mengandung resiko. Resiko yang akan kita hadapi, ada kalanya sebuah fakta tetapi kadang hanya merupakan sesuatu yang dilebih-lebihkankan. Contohnya saja:
* - Pelajar yang bolos karena hari itu ada ujian dan ia berpikir bahwa ia tidak sanggup melewatinya.
* - Karyawan yang tidak berani menerima tugas baru karena orang sebelumnya, yang menerima tugas itu stress berat dan masuk rumah sakit.
* - Pelayan Tuhan yang selalu melihat tuntutan dari sebuah pelayanan bukannya manfaat dari ibadah.
Mulailah belajar untuk berfokus kepada manfaatnya.
2. Malas BERGERAK
Amsal 26:14
Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.
Pintu hanya akan bergerak di engselnya. Hal ini menunjukkan bahwa si pemalas tidak mau keluar dari zone nyamannya. Banyak orang berpikir bahwa mereka akan mulai bergerak kalau sudah ada motivasi. Mereka menunggu ‘si motivasi' untuk datang.
Ada hal yang harus Anda pahami dan semoga itu adalah berita baik untuk Anda. Motivasi tidak akan datang menyambar Anda seperti petir. Tidak akan ada orang yang bisa memberikan atau memaksakan hal itu kepada Anda. Yakinilah satu hal, semua pemikiran tentang motivasi itu adalah perangkap.
Jadi mulai sekarang, lupakanlah motivasi .... Lakukan saja. Lakukanlah apa yang Anda ingin kerjakan, lakukanlah tanpa motivasi dan lihatlah apa yang akan terjadi. Setelah Anda melakukannya, itulah saatnya motivasi muncul dan motivasi itu akan mempermudah Anda untuk terus melakukannya.
Harvard Jerome berkata, "Anda akan lebih mudah bertindak sebelum merasakan sesuatu dibanding merasakan sesuatu untuk bertindak."
Ketika Anda menerima tugas baru, pekerjaan baru, pelayanan baru dan Anda merasa berat untuk memulainya, ambillah langkah-langkah berikut ini:
* - Mulailah bergerak.......ambil langkah pertama.
* - lakukanlah walau itu terasa berat. Itu seperti kereta api yang baru mulai bergerak.
* - Kemudian Anda akan menyadari bahwa si motivasi akhirnya mengikuti Anda.
* - Setelah mulai berjalan, Anda akan seperti kereta api yang sudah berjalan. Anda akan sulit untuk berhenti.
Kunci untuk mengatasi kemalasan bergerak adalah dengan mulai lakukan sesuatu.
3. Malas MENGEMBANGKAN
Amsal 26:15
Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.
Berdasarkan terjemahan Alkitab NKJV: si pemalas enggan memanggang hasil buruannya. Jadi si pemalas sudah mendapat buruannya tetapi malas untuk memanggangnya. Ia malas mengelola berkat yang telah diterima.
Tahukah Anda, bagian tersulit dari sebuah pekerjaan justru adalah bagian akhirnya (finishing touched). Seperti membangun sebuah rumah, untuk membangun pondasi, tembok, pintu dll adalah jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan bagian mendempul, mengecat, kontrol semua fungsi peralatan rumah dll.
4. Mempunyai mental : SUDAH SELESAI
Amsal 26:16
Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.
Orang yang menganggap dirinya sudah cukup pandai atau berprestasi akan membuat seseorang malas untuk terus berkembang. Sebaliknya orang bijak semakin hari akan semakin melihat dirinya penuh kekurangan dan perlu untuk ditingkatkan.
Kalau Anda adalah orang terbaik di ‘kelas/komunitasmu', maka Anda harus cepat-cepat mencari level yang lebih tinggi dan Anda akan menyadari bahwa Anda harus terus belajar karena masih banyak orang yang sebaik Anda bahkan lebih baik lagi.
Selamat memiliki hidup yang berkualitas.