Cara Marah Yang Benar

Posted by Posted by Yosi Budiarto On 8:09 PM

Kemarahan memang sesuatu yang merugikan, menggangu produktifitas,
merusak hubungan dan berbagai keburukan lainnya. Tapi tidak bisa
dipungkiri bahwa sebagai seorang manusia yang dibekali emosi,
kemarahan sudah menjadi sesuatu yang harus kita hadapi.

Maka bagaimana memanajemen kemarahan itu yang sebaiknya kita ketahui.
Dan memang terkadang kita juga butuh marah, asalkan ditempat dan saat
yang tepat, Nah.. berikut ini artikel yang akan membahas bagaimana
memanajemen marah dengan baik..

Marahlah secara benar ….

Apa pula ini? Masak marah aja ada aturannya??
Emang sih kamu berhak meluapkan amarah, tapi dalam banyak situasi ada
batasan-batasannya loh...

Misalnya, kurang menguntungkan bila kamu marah-marah di depan kelas
(atau dimana pun kamu). Bahkan meskipun kamu merasa benar dan dapat
menunjukkan semua bukti dan argumen yang mendukung. Soalnya, orang
lain akan cenderung bersikap defensif dan parahnya bisa berkembang
pada keinginan balas dendam. Demikian dituturkan Dr. Sandra Thomas,
R.N, Ph.D seorang peneliti perihal amarah dan direktur Center for
Nursing Research di University of Tennese, Knoxville.
Asal tahu aja, tidak hanya etika sosial budaya menyebabkan kita kudu
membatasi rasa marah tapi masalah kesehatan juga ikut berperan.
"Ketika marah, tubuh kita mengalami berbagai perubahan fisiologis,
karena amarah memicu reaksi melawan atau lari," kata Christopher
Peterson, PhD, pengarang Health anda Optimism dan dosen psikologi di
University of Michigan, Ann Harbor.
"Kadar adrenalin meningkat, jantung berdegup lebih kencang, napas
memburu dan dangkal, pencernaan berhenti," imbuhnya. So, sering
marah-marah bisa mengingkatkan resiko penyakit jantung, tekanan darah
tinggi dan penyakit-penyakit mematikan loh.. (hiii.. takutt...)
Malah dalam penelitian terakhir para dokter di Universitas of North
Carolina, mereka menemukan orang yang temperamental (pemarah) memiliki
tiga kali resiko terkena penyakit jantung yang akut dan fatal. Hasil
ini didapat sewaktu mereka meneliti sebanyak 13 ribu orang di North
Carolina selama enam tahun.
"Semua emosi mempunyai pengaruh tertentu kepada cara berpikir kita.
Tapi emosi-emosi yang kuat dapat memperlambat kemampuan penalaran,
kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kita," kata Dr.
Mara Julius, Sc.D, ahli ilmu epidemi psikososial di Univesity og
Michigan School of Public Health yang telah lebih dari 20 tahun
mempelajari cara mengatasi marah yang berpengaruh pada kesehatan
laki-laki dan perempuan.
"Ketika kamu merasa marah atau terbelenggu oleh dendam, semua itu
menjadi beban. Pada sebagian orang , ini memperlambat proses berpikir
dan pada sebagian yang lain bakal menghentikan proses berpikir sama
sekali," sambungnya.
Cara Marah yang Benar
Bila perasaan marah kamu ditangani secara benar, menurut Dr. Julius,
kamu bakal terhindar dari masalah-masalah hubungan sosial dan
kesehatan. So, di bawah ini adalah cara marah yang bener **penting nih
buat dibaca :)
1. Cari tempat aman.
Carilah tempat "aman" untuk meluapkan marah kamu. Caranya, sebelum
kamu ngomong ama orang yang bikin kamu jengkel, bicarakan dulu ama
orang yang kamu percaya. Pilih teman dekat, pacar atau seseorang yang
kamu percayai untuk mengungkapkan perasaan marah kamu. Soalnya, kalau
kamu nekat nglabrak atau maki-maki ga jelas malah bisa nambah masalah
tuh! Dan ujung-ujungnya kamu bakalan tambah mangkel, jengkel dll deh
pokoknya..
2. Dekati orang yang bikin kamu marah
Setelah rasa marah kamu reda, bicaralah pada orang yang menjadi
"sumber masalah".Ini penting untuk membuat jernih semua permasalahan.
Awali pembicaraan, misalnya dengan, "Tindakan atau perkataan kamu,
mengganggu perasaanku. Ada yang kudu diluruskan dan dibicarakan. Apa
kita bisa membicarakan ini dengan baik?"
3. Kenali hal-hal yang jadi penyebab kemarahan kamu.
Temukan akar masalah untuk menemukan faktor pemicunya. Pasti ada
hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi marah kamu. Bila tidak
berhasil, mulailah mencatat ketika reaksi-reaksi marah itu timbul dan
menulis pengalaman-pengalaman amarah kamu. Cara ini bakal memberikan
kamu kesempatan untuk mempelajari segala sesuatunya dan bereaksi lebih
rasional. Akhirnya, kamu bakal merasa mampu mengendalikan diri dengan
menghentikan konfrontasi langsung.
4. Temukan cara melepaskan diri.
Kalau kamu mudah naik darah, ada anjuran agar menggunakan energi yang
meluap-luap itu secara positif. Misalnya menggunakan energi itu untuk
kegiatan fisik. Seperti jogging atau olah raga lainnya. Soalnya
olahraga menyalurkan adrenalin lebih positif ketimbang membiarakannya
larut sendiri. Dan kamu pun dapat menjernihkan pikiran untuk sementara.
5. Atur Nafas
Ketika diselimuti kemarahan, cobalah mengulur waktu untuk menenangkan
diri. Kamu bisa pergi sejenak dari situasi tersebut. Carilah tempat
sepi dan lakukan semacam meditasi dengan menarik nafas dalam-dalam.
Setelah pikiran tenang, baru kamu kemukanan apa yang ingin kamu katakan.

Nahh.. Sekarang udah ngerti kan kenapa marah itu juga harus "Di Atur".
Lagian ngapain juga marah-marah melulu, tar cepet tua loh..!!!

Banyakin sabar aja, kan orang sabar itu disayang Tuhan..