Beberapa Prinsip Penting Dalam Memberi

Posted by Posted by Yosi Budiarto On 4:21 PM

Segala sesuatu yang dilakukan tanpa iman, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Karena itu, ketika kita memberi kita hrus melakukannya dengan iman. Oleh karena itu, kita harus memberi dengan iman, dengan sukacita serta sukarela agar Allah berkenan padanya. beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan :

1. Benih terpenting adalah benih yang di tabur dan bukan yang di makan
Paulus berkata kepada jemaat di Korintus, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu,” (2 Kor 9:10). Kita harus memperhatikan benih kita untuk ditaburkan dan roti untuk dimakan. Setelah dipotong perpuluhan dan persembahan lain, kita harus menyisakan benih untuk ditabur. Benih ini bukan untuk dimakan tetapi untuk ditaburkan. Jikalau kita tidak pernah menabur, maka kita tidak akan pernah menuai hasil apapun. Jikalau kita ingin agar hidup kita berlipat ganda, maka sisihkanlah benih untuk taburkan.

2. Benih hanya akan berlipat ganda apabila di tabur di ladang yang subur
Banyak kali kita menaburkan benih kita di sembarangan tempat, sehingga ketika tiba musim menuai, justru kita tidak memperoleh apa yang telah kita taburkan. Atau mungkin kita menuai juga namun hanya mendapatkan hasil yang sedikit. Ladang misi adalah salah satu tanah yang paling subur. Karena hati Allah berada pada milik pusakaNya, yaitu misi. Maukah saudara menaburkan benih pada lading yang subur di mana hati Allah berada ?

3. Dengan memberi saya telah ikut serta di dalam proses penyelamatan bangsa
Mengapa demikian ?
Karena Allah memberikan Yesus AnakNya yang tunggal, maka penyelamatan atas bangsa-bangsapun terjadi. Hal yang sama ketika Hana memberi Samuel, anaknya kepada imam Eli untuk dibimbing menjadi pelayan Tuhan, maka proses penyelamatan atas Israel terjadi. Apakah yang harus kita perbuat ? George Bernard Shaw berkata, “Inilah sukacita sejati dalam hidup, ketika hidup Anda melayani sebuah tujuan besar yang Anda sadari; ketika hidup Anda dipakai sampai rusak sebelum tidak bisa dipakai lagi; ketika hidup Anda menjadi suatu kekuatan alam ketimbang menjadi sebuah tumpukan penyakit dan keluhan yang egois bahwa dunia tidak mau memberikan dirinya untuk membuat Anda bahagia.” Mari, saudara turut mengambil bagian dalam menjangkau milik pusaka Bapa.

Take from http://www.god-youth.com