Above all things, have a hope

Above all things, have a hope
Ada sebuah cerita yang sering diceritakan di saat natal, yaitu tentang 4 buah lilin yang menerangi kehidupan kita. Lilin pertama bernama perdamaian.
Pada suatu malam sebelum natal, ia mengeluh katanya, ”Semua orang tidak mau berbagi untuk hal-hal yang seharusnya bisa mereka bagi bersama. Yang mereka lakukan hanya berperang saja. Rasanya aku sudah tidak diperlukan lagi.” Lalu ia pun padam.
Lilin kedua bernama iman. Ia pun mengeluh dan berkata, ”Dunia ini tidak pernah sekalipun mencoba untuk mengenal Tuhan. Kalau sudah begitu, biarlah mereka tetap bersikap seperti itu.” Dan padamlah ia.
Melihat hal itu, lilin ketiga merasa sangat sedih dan berkata, ”Namaku adalah kasih dan kupikir semua orang akan menemukan aku. Namun yang mereka pedulikan hanya diri mereka sendiri. Manusia sudah tidak lagi memikirkan orang-orang yang seharusnya mereka kasihi. Sayang sekali, aku hanya bisa beranjak pergi.” Begitulah dan kasih pun padam.
Namun pada saat lilin yang lain telah padam, masih tersisa sebuah lilin yang menyala, bernama harapan. Selama harapan masih menyala, ia akan ada di sana untuk berkata, ”Tidak masalah. Selama aku masih menyala, akan selalu ada kasih, perdamaian dan iman.”
Sama seperti lilin harapan itu, kelahiran Yesus Kristus ke dunia ini 2000 tahun yang lalu membawa harapan akan suatu hidup yang baru, terlepas dari apapun kegagalan dan kesalahan yang pernah kita lalui. Banyak di antara kita mungkin sudah gagal berkali-kali, merasa cape dengan kegagalan dan berhenti mencoba. Namun yang terpenting bukanlah berapa kali kita sudah gagal melainkan apakah kita berani mengambil keputusan untuk tidak hanya berdiam dan mau berusaha untuk bangkit di dalam pengharapan kita akan kasih Tuhan. Sebab saat kita berhenti berharap, segala sesuatu akan menjadi mustahil. (KCD)
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depam uamg penuh harapan.” (Yeremia 29: 11)
take from http://www.freshgeneration.org
Sebuah Ilustrasi Kehidupan

Aku adalah sebuah ranting. Aku tidak tahu ranting apakah aku ini. Aku begitu kurus dan lemah. Seluruh tubuhku penuh penyakit. Aku tidak dirawat, aku dibiarkan bertumbuh liar. Sinar matahari yang terik membuatku kepanasan, aku haus tapi tidak menemukan air. Sebentar lagi aku pasti mati. Adakah orang yang mau menolongku?
Hari demi hari terus berlalu. Ranting ini keadaannya semakin buruk. Ia ingin menyerah dalam hidupnya. Namun tiba-tiba ada seorang penolong yang memindahkannya pada sebuah pokok. Ranting ini berpikir pastilah orang tersebut memotongnya dan membuangnya ke dalam api.
Tapi lihatlah, ternyata aku dicangkokkan pada sebuah pokok. Kelihatannya pokok ini sehat dan kuat. Tapi apakah aku bisa hidup dalam keadaan sekarat? Awalnya aku tidak mengerti, tapi aku percaya pada penolong ini.
Satu bulan berlalu... Keadaan ranting ini mulai menunjukkan hasilnya. Tubuhnya lebih bersih dan sehat. Rantingpun berterima kasih pada penolong itu.
Sekarang aku telah sehat, dedaunan banyak tumbuh di tubuhku. Aku bangga sekali melihat diriku. Setiap hari aku diberi pupuk, disirami air. Aku benar-benar sehat berada pada pokok ini.
Tapi, mengapa penolong itu membuang daun-daunku? Bukankah mereka itu indah dan segar? Aku tidak mengerti.
Eh... lihatlah tetanggaku, mereka menghasilkan sesuatu. Bukankah itu yang namanya buah? Alangkah cantiknya buah-buah itu. Bagaimana rasa buah itu yah? Mengapa aku tidak seperti mereka? Tubuhku hanya dedaunan saja dan belum berbuah. Apa yang salah yah? Coba aku tanyakan pada tetanggaku.
"Hai sobat, engkau kelihatan indah sekali. Tubuhmu segar dan sehat, dan engkau telah berbuah. Apa sih rahasianya?"
"Sobatku, bersabarlah! Akan ada masanya engkau pun berbuah seperti diriku. Aku bisa berbuah bukanlah karena kemampuanku sendiri, tapi karena aku bergantung pada pokok ini dan penolong itu. Merekalah yang telah membuatku berbuah-buah. Sebelum aku berbuah, berkali-kali dedaunanku dipotong. Awalnya aku tidak mengerti. Namun sekarang lihatlah hasilnya. Luar biasa bukan?
Percayalah pada penolong itu. Ia akan terus merawatmu dan mengusahakan agar engkau berbuah, asal engkau tetap tinggal pada pokok ini. Biarkanlah ia membersihkan dirimu dalam masanya, sehingga engkaupun akan berbuah sesuai waktunya.
Oya, satu hal lagi. Janganlah engkau seperti yang lainnya, mereka tidak menghasilkan buahnya pada waktunya dan akhirnya mereka harus ditebang dan dibuang ke dalam api.
Dan yang perlu kau ingat, hasil buahmu bukanlah untuk dirimu sendiri, tetapi harus bisa dinikmati olah orang lain. Merekalah yang dapat merasakan apakah buahmu manis atau asam, baik atau buruk. Dan janganlah engkau membanggakan dirimu sendiri, tapi ingatlah bahwa pokok dan penolong itulah yang telah banyak membuatmu berbuah."
"Terima kasih sobatku, engkau telah membuatku mengerti. Sekarang aku tidak perlu kuatir lagi untuk dibersihkan. Aku mau tetap tinggal pada pokok ini dan terus menghasilkan buah pada musimnya."
Amin (Yohanes 15).
Renungan Harian 9 November 2009 – 15 November 2009

Senin 09/11/09
SIAPAKAH YANG DAPAT MENJADI SAHABAT-SAHABAT KRISTUS?
Lukas 12:1-5
M1. 1. Berdoa agar Anda memiliki hati yang lembut untuk mendengar suaraNya.
M2. 1. Siapakah yang pertama-tama Yesus ajar? Peringatan apa yang Ia berikan pada murid-muridNya? Apakah maksud peringatan Kristus itu? (Ayat 1).
2. Kalau seseorang terkena ragi orang farisi dan tidak mau terbuka (munafik), hal apakah yang akan dilakukan Allah? (Ayat 2-3). Mengapa?
3. Penghalang terbesar dalam keterbukaan ialah TAKUT AKAN MANUSIA. Apa ajaran Tuhan kepada SAHABAT-SAHABATNYA tentang takut akan manusia? (Ayat 4). Apakah jalan keluar bagi orang yang takut akan manusia? (Ayat 5).
M3. 1. Tuliskanlah langkah-langkah yang akan Anda ambil untuk membangun keterbukaan kepada Tuhan dan manusia (sesama).
2. Buatlah komitmen untuk menjadi SAHABAT-SAHABATNYA!
M4. 1. Siapakah orang yang akan Anda ceritakan berkat saat teduh ini?
Bacaan setahun: Roma 8-9.
Selasa 10/11/09
MENJADI “BETAH” DI HADIRAT TUHAN
Mazmur 15:1-5
M1. 1. Sudahkah Anda berkomunikasi terus-menerus dengan Allah setiap hari
M2. 1. Siapakah yang boleh tinggal dengan betah dan bergaul akrab di gunung Tuhan (di hadiratNya)?(Ayat 1-5).
2. Apakah janji Tuhan bagi Anda bila Anda selalu tinggal di gunung Tuhan (di hadiratNya)? (Ayat 5b).
M3. 1. Tuliskan dosa apa yang Tuhan tegur hari ini? Bereskanlah!
2. Peganglah janji Tuhan dalam Ayat 5b.
M4. 1. Ceritakanlah kepada minimal 1 orang melalui telepon atau sms.
Bacaan setahun: Roma 10-11.
Rabu 11/11/09
HADIRAT ALLAH TEMPAT PANDANGAN SESEORANG DIUBAHKAN
Mazmur 73:1-20
M1. 1. Berdoalah agar kita mengerti firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.
M2. 1. Bagi siapakah Allah itu “terasa” baik? (Ayat 1).
2. Hal apakah yang dialami oleh penulis mazmur ini (Asaf) ketika ia tidak menjaga hatinya tetap tulus (Ayat 16).
3. Bagaimanakah akhirnya Asaf mendapatkan jawabannya? (Ayat 16-17). Apakah jawaban Allah? (Ayat 18-20).
M3. 1. Praktekkanlah mulai sekarang bagaimana Anda selalu di hadirat Allah?
M4. 1. Ceritakan kepada salah satu anggota komsel Anda, jangan lupa menceritakan kepada anggota keluargamu di rumah.
Bacaan setahun: Roma 12-13.
Kamis 12/11/09
PERJANJIAN KESEMBUHAN DAN MUKJIZAT
Matius 8:14-17
M1 1. Berdoalah agar Anda diberi pengertian tentang Perjanjian Kesembuhan dan Mukjizat.
M2 1. Bagaimanakah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus? (Ayat 14-15)
2. Hal-hal apakah yang Yesus lakukan menjelang malam? (Ayat 16)
3. Hal apakah yang digenapi Yesus melalui kesembuhan-kesembuhan dan mukjizat yang dilakukanNya? (ayat 17)
M3 1. Buatlah keputusan untuk memahami Perjanjian Kesembuhan dan Mukjizat serta mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
M4 1. Ceritakanlah pengertian yang Anda peroleh tentang Perjanjian Kesembuhan dan Mukjizat pada seseorang yang memerlukannya
Bacaan setahun: Roma 14-15.
Jumat 13/11/09
BERDIALOG TERUS-MENERUS KUNCI BERTAHAN SAMPAI AKHIR
Lukas 18:1-8
M1. 1. Sudahkan Anda berdialog di dalam Roh, secara terus-menerus
M2. 1. Apakah keprihatinan (concern) Tuhan terhadap kita orang-orang percaya pada waktu Ia datang? (Ayat 8b).
2. Agar kita dapat memelihara iman yang sehat sampai kedatanganNya, Yesus memberikan kepada kita suatu perumpamaan. Tentang apakah isi perumpamaan tersebut? (Ayat 1).
3. Di dalam perumpamaan ini, 2 pribadi yang dibandingkan secara kontras. Temukan apa perbedaan Tuhan dengan hakim yang lalim (jahat) di dalam membela orang-orang? (Ayat 2-8a).
M3. 1. Hal apakah yang perlu ditingkatkan dalam doa yang dilakukan setiap saat?
M4. 1. Coba ceritakan berkat apa yang Anda terima minggu ini di komunitas sel Anda dengan seru. Bacaan setahun: Roma 16; I Korintus 1.
Sabtu 14/11/09
DIALOG, KUNCI MEMILIKI PIKIRAN YANG TENANG.
Kolose 4:6-9
M1. 1. Teruskanlah berdoa hari ini dengan mempraktekkan dialog level ke 2.
M2. 1. Hal-hal apakah yang sering membuat kita kuatir? Bagaimanakah caranya agar kita tidak kuatir? (Ayat 6). Apakah hasilnya jika kita mengikuti petunjuk tersebut? (Ayat 7).
2. Perenungan-perenungan apakah yang seharusnya terjadi di dalam pikiran kita? (Ayat 8):
a. Semua yang………………………………………….
b. Semua yang………………………………………….
c. Dan seterusnya
Perhatikan kata SEMUA
3. Hal apakah yang paling penting untuk kita perhatikan? (Ayat 9).
M3. 1. Bagaimanakah saya meningkatkan satu jam (praktek level ke 2) waktu dialog saya dengan maksimal? Kalau tidak ada topik yang dipikirkan, mulailah dengan semua yang ….
M4. Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda peroleh?Bacaan setahun: I Korintus 2-3.
Minggu 15/11/09
PENEBUSAN SEMPURNA
Ibrani 10:10-18
M1 1. Berdoalah agar kita dapat mengerti betapa sempurnanya rencana keselamatan Kristus atas kita.
M2 1. Untuk membuat kita menjadi kudus hal apakah yang Yesus Kristus lakukan? (Ayat 10). Apakah bedanya korban Kristus dengan korban-korban di perjanjian lama (agama Yahudi) sebelumnya, di dalam menghapus dosa manusia? (Ayat 11-14).
2. Berapa korbankah yang diperlukan untuk menguduskan dan menyempurnakan kita? Untuk berapa lamakah penebusan Kristus berlaku? (Ayat 10, 12, 14).
3. Di dalam kitab perjanjian lama telah dinubuatkan, bahwa suatu saat Tuhan akan mengadakan perjanjian yang baru. Apakah kata Roh Kudus tentang hal tersebut? (Ayat 16-18).
M3 1. Hayatilah betapa hebat dan luar biasa sempurnanya korban Kristus di kayu salib. Percayalah bahwa korban Yesus cukup untuk menebus kita dari dosa.
M4 1. Layanilah saudara seiman kita yang belum yakin akan kepastian keselamatannya dengan renungan ini.
Bacaan setahun: I Korintus 4-5.
Take from http://freshgeneration.org
Memaksimalkan "God's Gift"

Seorang ibu rumah tangga mempunyai dua orang anak yang masih di high school.
Kedua anaknya sangat aktif di persekutuan dan bible study club di sekolahnya, bahkan boleh dikatakan bahwa anak pertamanya, Joseph, merupakan pendiri dari persekutuan tersebut.
Melihat kedua anaknya yang sangat aktif dalam melayani Tuhan, membuat Farro, sang ibu merasa terpanggil juga untuk terlibat dalam pekerjaanNya.
Sang ibu hanya punya sebuah mobil, yang pada akhirnya digunakan untuk menghantar pulang siswa yang baru selesai bible study.Hal itu dilakukan selama beberapa tahun, dan terkadang dia merasa tidak dihargai dan tidak dipandang, padahal dia harus menghabiskan waktu berjam-jam mengemudi di jalan. Tetapi Tuhan berkata lain, di saat si ibu mengantarkan anak-anak pulang, dia menceritakan kebaikan Tuhan dan mulai membagikan firman sambil mengemudikan mobil. Karena merasa tertantang, Farro semakin mendalami lagi isi alkitab dan mempersiapkan diri sebelum meng-‘injil’-i di atas mobil.
Akibat jerih payahnya dan ketulusan hatinya menyediakan transportasi bagi siswa-i yang membutuhkan. Dia sempat di wawancarai di sebuah radio dan TV swasta bersama dengan congressmen (orang-orang yang berada di U.S House of Representative) mengenai keterlibatannya di dalam bible club tadi.
Mempunyai sebuah mobil mungkin terdengar simple, tapi apakah yang bisa kita perbuat untuk membuat hal simple tadi menjadi impact yang luar biasa untuk orang banyak.?
Ingat perumpamaan di alkitab tentang talenta? Bukan hanya orang yang mempunyai 5 talenta yang dimintai tuannya untuk melipat gandakan, tetapi orang yang dipercayakan satu talenta pun di perintahkan untuk menghasilkan satu talenta lagi.
Begitu juga dengan gift yang Tuhan sudah percayakan buat kita. Bukanlah sesuatu yang besar dan stunning tetapi kadang hal kecil yang sederhana bisa kita gunakan untuk melayani Tuhan dan sesama kita. Satu ayat di 1 Petrus 4:10,11 dalam versi inggrisnya berkata
“Each one should use whatever gift he has received to serve others, faithfully administering God’s grace in its various forms. If anyone serves, he should do it with the strength God provides. So that in all things God may be praised through Jesus Christ.”
Itu dia, apapun “hadiah” yang sudah Tuhan beri, Dia ingin untuk kita melipat gandakan nya dengan memberkati dan melayani orang dari talenta kita. So tunggu apa lagi? setiap kita pasti mempunyai sebuah pemberian yang Tuhan kasih buat kita, sekarang pertanyaannya, apakah yang akan kita lakukan untuk melipat-gandakan nya?(MON)
take from http://freshgeneration.org
Menjadi Sayap bagi orang lain

Pernahkah anda kesepian ? Bagaimana suasana hati anda ketika itu? Kelabu dan dingin? Lalu bayangkan, dalam suasana begitu, tiba-tiba seseorang hadir dan membuat hati anda hangat dan bahagia. Rasanya wow…sungguh menyenangkan.
Kalau ada seseorang yang istimewa menyentuh kehidupan kita, maka tiba-tiba kita akan melihat betapa sebenarnya dunia bisa menjadi sangat indah dan berarti.
Orang lain menunjukkan kepada kita bahwa harapan dan impian khusus kita bisa membawa kita jauh-jauh, dengan membantu kita melihat kedalam dan mempercayai siapa diri kita. Kalau orang yang istimewa itu menyentuh kehidupan kita, maka mereka mengajarkan bagaimana caranya hidup.
Hubungan yang terjalin harusnya memang seperti itu. Karena kita adalah “malaikat-malaikat dengan satu sayap”. Untuk bisa terbang kita membutuhkan orang lain dan demikian pula sebaliknya. Membuat diri kita menjadi saluran berkat bagi seseorang, senyuman yang tulus dan tepukan dibahu, mungkin bisa menarik seseorang dari tepi jurang, daripada tendangan keras di pantat (maaf).
Sampai kapan pun manusia tidak pernah bisa hidup sendiri, karena sejak awal manusia dikondisikan untuk hidup berkomunikasi. Anda dan saya membutuhkan orang lain, dan orang lain membutuhkan anda.
Bukan hanya untuk menunjukkan kelebihan, namun juga untuk menunjukkan kelemahan anda. Anda memerlukan orang lain untuk membantu mewujudkan mimpi besar yang anda miliki. Orang lain memerlukan anda untuk mengasah sikap dan memperkaya pola pikirnya.
Kalau ini menjadi maksud dari sebuah hubungan, maka hubungan yang terjalin seharusnya memiliki nilai lebih. Ini berarti bukan hanya sekedar Say Hello, namun terciptanya sebuah hubungan yang mampu memberikan pengaruh. Sehingga pada akhirnya perubahan (yang positif tentunya) terjadi pada orang dengan siapa kita menjalin hubungan.
Menjadi Sayap Bagi Orang Lain
Susahkah menjadi sayap bagi orang lain ? Bisakah kita menjadi “alat Bantu” untuk orang-orang disekitar kita ? Yang terpenting adalah, jadikan diri kita sebagai sahabat bagi orang lain terlebih dahulu, maka sahabat akan mudah ditemukan. Sediakanlah telinga yang mau mendengar, dan hati yang mau memahami, serta tangan yang siap menolong, kita pasti akan tercengang melihat akibat yang ditimbulkannya.
Milikilah kasih dan kebaikan hati. Karena hanya inilah bahasa yang dapat didengar oleh orang tuli, dan yang dapat dilihat oleh orang buta. Hanya kasih dan kebaikan hati yang dapat menjembatani setiap perbedaan yang ada. Itu semua berada dalam keputusan yang akan kita buat pada hari ini juga.
Surat dari Bapamu di surga

> > Anakku yang terkasih..
> > Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab.
> > Kau merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih
> > banyak kritikan yang
> > dialamatkan kepadamu. Kau mengira keputusan yang kau
> > ambil sudah tepat,
> > ternyata perkiraanmu keliru. Jangan putus asa!
> > Bangkitlah! Matahari tanpa
> > sinar tidak layak di sebut matahari. Demikian juga
> > dengan dirimu. Kau adalah
> > matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun
> > mendung kelabu
> > menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan
> > cahayamu.
> >
> > Anakku yang terkasih..
> > Aku sering melihatmu marah ketika kau melihat orang
> > lain berhasil. Untuk apa
> > kau menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah Aku
> > telah menyediakan
> > suksesmu sendiri? Kau tidak pernah mengejarnya, jadi
> > kau tidak pernah bisa
> > memilikinya! Matamu tidak terfokus kepada rancanganKU
> > yang dahsyat atas
> > hidupmu, melainkan tertuju kepada karyaKU yang luar
> > biasa terhadap diri
> > orang lain. Jadilah seperti air. Selalu mengalir..
> > melewati semua benda,
> > menembus semua sisi dan tanpa batas. Anakku, jangan
> > mau dikalahkan oleh
> > keadaan, tetapi kalahkan keadaan !
> >
> > Anakku yang terkasih..
> > Jangan sakit hati ketika kau di tegur, padahal kau
> > merasa sudah mengerjakan
> > yang terbaik. Sakit hati itu hanya akan membuat
> > tidurmu tidak nyenyak dan
> > perasaaanmu tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan
> > pikiranmu ! Kuasailah
> > dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi
> > perasaan diperlakukan
> > tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati
> > oleh sesamamu.
> > Bukankah memang untuk itu kau hidup ? Untuk melihat
> > kenyataan bahwa di dunia
> > ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima
> > dirimu apa adanya hanya AKU
> > ? Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan
> > jauhi AKU !
> >
> > Anakku, ingatlah hal ini baik - baik.
> >
> > Aku selalu membuka tanganKu lebar - lebar untuk
> > memberimu rasa aman,
> > kapanpun kau membutuhkannya.
> > Aku senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu
> > bersandar dan
> > mencurahkan tangis.
> > Aku melakukannya karena Aku sungguh - sungguh peduli
> > padamu !!!
> >
> >
> > Ayah yang selalu mengasihimu,
> > YESUS
take from http://gbiontherock.com
Ask for a Lemon

You may not realize it, but it's 100% true.
1.. There are at least two people in this world that you would die for.
2.. At least 15 people in this world love you in some way.
3.. The only reason anyone would ever hate you is because they want to be just like you.
4.. A smile from you can bring happiness to anyone, even if they don't like you.
5.. Every night, SOMEONE thinks about you before they go to sleep.
6.. You mean the world to someone.
7.. You are special and unique.
8.. Someone that you don't even know exists loves you.
9.. When you make the biggest mistake ever, something good comes from it.
10.. When you think the world has turned its back on you, take another look around you.
11.. Always remember the compliments you received. Forget about the
rude remarks.
So...If you are a loving friend, send this to everyone, including the one that sent it to you. If you get it back, then they really do love you.
"When life hands you lemons, ask for tequila and salt."
take from http://gbiontherock.com
Perkataan 'MOTHER TERESA'

Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum menemui kematiannya :
"Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat - kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi."Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah. Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan. Dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. Saya memberitahu para suster : "Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk."
Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : " Terima kasih " - lalu ia meninggal.
Saya tidak bisa tidak harus memeriksa hati nurani saya sendiri. Dan saya bertanya : "Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?" dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata : "Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya". Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia mati dengan senyum di wajahnya.
Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata : "Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan."Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah : "Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan" -lalu ia mati.
Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.
1. Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
2. Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
3. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
4. Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
5. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
6. Hidup adalah pertandingan, jalani itu.
7. Hdup adalah mahal, jaga itu.
8. Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
9. Hidup adalah kasih, nikmati itu.
10. Hidup adalah janji, genapi itu.
11. Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
12. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
13. Hidup adalah perjuangan, terima itu.
14. Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
15. Hidup adalah petualangan, lewati itu.
16. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
17. Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.
18. Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.
TUHAN MEMBERKATI SEMUANYA
take from http://gbiontherock.com
Secret of The Most Rich People

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.
Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut.
Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul "The Millionaire Mind."
Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu persatu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:
1. Orang-orang tersebut frugal = hemat, artinya: mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.
2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.
3. Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!
4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos). Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: "overcoming worry and fear with The Bible and pray, with faith to God. We have God and His word."
5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan, contoh: kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka "man of production" bukan "man of consumption."
6. Ketika ditanya kunci suksesnya:
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak / tidak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.
7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
b. Banyak memikirkan tentang investment.
c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
d. Attending religious activities.
e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.
8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.
9. Religious millionaire. Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis.
Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.
10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka,
jawabannya adalah Tuhan.
take from http://gbiontherock.com
Asal usul Telur PASKAH

Yosef menuruni bukit dari ladang menuju rumahnya sambil bersiul-siul menyanyikan lagu-lagu memuji Allah. Seorang beriman betul dia. Dia bukan petani kecukupan, bahkan boleh dikatakan dia adalah petani miskin, paling miskin di desanya. Namun dia menerima semuanya dengan penuh rasa syukur.
"..Marusha, Kristye, aku sudah pulang ...!" Yosef berteriak ketika mendekati rumahnya. Dia cium isterinya dan dia angkat anaknya tinggi-tinggi. Kedua perempuan itu merasakan ada yang lain pada tingkah ayahnya, kegembiraannya agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
"Semua penduduk omong tentang persembahan apa yang akan mereka bawa ke gereja, pada saat Jumat Suci nanti. Petrovich tetangga kita mau membawa anyaman tikar dari ladang gandumnya, Petra mau membawa sesuatuyang dibuat dari kulit sapinya... tetapi kita, kita akan berikan yang lebih baik!" kata Yosef.
"Bagaimana mungkin kita beri yang lebih baik daripada mereka? kita tidak memiliki ladang gandum yang besar, tidak punya sapi..." sahut Kristye anak perempuan satu-satunya.
"Kita memang tidak disejahterakan dan diberkati dengan tanah yang luas, tapi ayam-ayam kita? ... Mereka memberi telur paling segar untuk kita, lebah di kebun kita?... kita punya lilin dan madu terbaik, lalu kebun kecil kita? ... kita punya sayuran yang lumayan baik toh!"
Yosef masih melanjutkan, 'Jadi, sebelum makan malam, kamu harus mencari telur terbesar, tersegar, letakkan di atas meja, dan ayahmu akan membuat kamu bangga!'
Malam hari sesudah makan malam, Kristye meletakkan telur terbaiknya di atas piring. Marusha, isterinya, masih bertanya-tanya dalam batinnya tentang apa yang akan dibuat suaminya, tetapi dia tetap melanjutkan menyulam kain, untuk mempersiapkan kalau-kalau dibutuhkan juga untuk persembahan.
Yosef memuji penemuan Kristye, dan mulailah dia berkarya. Dibuatnya garis-garis pada permukaan telur itu dengan pena yang sudah dibakarnya dengan lilin dan yang sudah dicelupkannya pada lilin lebah. Dia menggambar ayam, "Karena ayam memberi kita telur yang segar ini."
Lalu dia menggambar pohon cemara, "Karena hutan kita penuh dengan pohon cemara, dan kita membuatnya menjadi tempat tinggal kita"
Dia juga menggambar bintang,"Karena aku melihat sinarnya dalam mata anak dan isteriku!' bisiknya. Lalu malam beranjak semakin larut.
Keesokan harinya, Yosef mendapat ide baru: 'Mengapa kita tidak mewarnainya?'
Lalu dia minta kepada Marusha untuk membuat cairan pewarna. Marusha memetik beberapa bunga marigold di halaman depan rumahnya dan menumbuknya dan memasaknya. Malam hari itu juga, telur direndam dalam cairan berwarna kuning itu.... dan hasil karya Yosef semakin sempurna.
Keesokan harinya, Kristye memetik wortel membantu ibunya. Dan jari-jari tangannya menjadi oranye karena pekerjaan itu. "Sekarang ada ide baru, kita beri warna oranye juga untuk telur persembahan kita!" kata Yosef.
Dan dia mulai menggambar wortel pada telur itu dengan penanya: "Untuk wortel kita.,. yang memberi kesehatan!" Dan Yosef kemudian mencelupkan sebagian telur itu pada cairan oranye perasan wortel buatan Marusha. Kini, telur sudah semakin menarik karena semakin banyak warnanya.
Tiba-tiba, Yosef berseru 'Bit, buah bit kita,,..panen bit kita terbaik di seluruh desa ini, kita beri warna marsh dari buah bit pada telur kita!" Marusha menjawab: 'Belum terlambat, kita punya rebusan bit, kita bisa pakai!" Dan malam itu, Yosef bekerja sampai larut malam untuk menyelesaikan karyanya.
Keesokannya hari Kamis, hanya tinggal satu hari untuk mereka membawa persembahan itu ke gereja. "Blackberries!" teriak Yosef, "Aku yakin tak ada Blackberries lain yang sebaik milik kita... kita berikan apa yang terbaik milik kita untuk Tuhan pada telur kita.
Marusha menggeleng-geleng kepala sambil tertawa, tetapi dia tetap membuat rebusan blackberies itu.
Matahari sudah mulai terbenam ketika Yosef menyelesaikan gambarnya pada telur dengan beberapa lingkaran kecil simbol hasil kerja kerasnya dalam rupa blackberries yang sudah dipanennya. Dan terakhir dia hanya tinggal mencelupnya pada warna itu.
Dengan hati-hati Yosef mencelupkannya pada warna kehitaman cairan rebusan blackberris. Dan diangkatnya juga perlahan-lahan....tetapi.... ..semuanya menjadi gelap........
Hilang sudah semua gambar dan warna-warni lainnya. Yosef panik! Beberapa saat, ketiga orang itu lama tanpa suara, semua menjadi diam. Kristye merangkul tangan ayahnya sambil menasehati: "mungkin lebih baik, kalau kita membawa blackberries segar dalam keranjang persembahan!"
"Yang kuinginkan adalah persembahansempurna untuk Tuhan, sekarang kita tak punya apa-apa untuk dipersembahkan ... " ujar Yosef nelangsa. Kristye menjawab, "Yah, bukankah kita seperti telur itu? Kita juga tidak sempurna, tetapi Tuhan tetap meminta kita datang?"
Yosef terpana "Aku rasa Allah memberi kebijaksanaan yang lebih baik kepadamu daripada yang Dia berikan kepada ayahmu ini!" Yosef segera membungkus telur gelap itu dengan kain sulaman Marusha.
Jumat Sore dalam pekan suci, semua orang sudah membawa persembahannya masing-masing, tak terkecuali keluarga Yosef dengan 'telur gelap'-nya. Ketika saatnya persembahan, setiap orang membawanya ke depan altar. Yosef mengambil saat paling akhir, Sebelum meletakkan bungkusan kainnya, Yosef membalikkan badannya menyhadap umat, dan dengan matanya menatap ke lantai dia berbicara: "Kami sekeluarga hendak memberikan yang terbaik. Saya sudah meminta Kristye mencari telor terbaik, Sepanjang minggu saya melukis telur dengan lilin lebah terbaik... saya ingin mewarnainya dengan hasil-hasil kebun terbaik, tetapi apa yang terjadi.,,"
Yosef membuka bungkusannya sehingga semua orang dalam gereja itu melihatnya: "Saya tak bermaksud mempersembahkan telur ini kepada gereja, tetapi anak saya mengatakan sesuatu yang mengubah niat saya. Dia mengingatkan saya bahwa kita seperti telur ini, kita tidak sempurna, tetapi Allah tetap meminta kita datang!"
Yosef melanjutkan sambil menengadah "Maka, Tuhan... Aku dan keluargaku hendak memberikan persembahan ini kepadaKu. Syukur atas penerimaanMu dan atas cinta dam atas pengampunan kepada kami!" Yosef meletakkan persembahannya di antara persembahan yang lain dan kembali ke tempat duduknya, Tiada suara untuk beberapa saat. Lalu ibadat Jugat Agung dilanjutkan, Byarr! Minggu, hari Paskah tiba...semua orang datang ke gereja untuk merayakan Paska. Nyanyian Haleluya dalam kebangkitan berkumandang. Inilah saatnya untuk membuka semua penutup persembahan dan memberkati persembahan.
Imam, yang memimpin perayaan bersiap-siap untuk membuka kain penutup persembahan dan mengucap doa berkat. Tak terkecuali persembahan Yosef yang mungil tanpa keranjang juga dibukanya.
'Lihat!' teriak Yosef 'Lihat telur itu!" Semua orang dalam gereja terpana, Mulut-mulut mereka menunjukkan keterkejutan. Di pagi hari itu sebutir telur paling indah yang mereka lihat. Gambar-gambar pada telur itu menjadi lebih tajam dan indah, warna-warni menjadi berkilat keemasan.
"Bagaimana bisa begitu!" bisik beberapa ibu. "Ini mukjijat..." seru beberapa orang.
Kristye menoleh ke jendela... bicara pada ibunya yang ada di sebelahnya "lihat bu, setelah musim dingin yang panjang dan gelap... Allah memberi kita matahari yang terang dam hari-hari yang hangat. Pastilah matahari yang melelehkan semua cairan yang gelap!"
Yosef menatap putri dan isterinya: 'Tuhan membuat mukjjijat untuk kita..."
Pada hari pertama, mentari menembus celah jendela di Ukraina.... Sebuah keluarga yang berbahagia berjabatan tangan satu sama lain.....
Dan hati mereka penuh syukur atas karya Allah yang indah.... yang mengubah kegalauan menjadi harapan,kegelapan menjadi terang... kesedihan menjadi kegembiraan....
take from http://gbiontherock.com
Mencari Pasangan Hidup dalam Yesus

Bukan mustahil, kita seringkali mendapat kesulitan dalam memilih pasangan hidup, karena kita meminta hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita sendiri. Demikian juga ketika saya belum menjadi seorang kristen, yaitu sebelum saya mengerti untuk menerima sesuatu dengan iman. Pada saat itu perkawinan sangat jauh dari pikiran saya. Saya begitu menikmati hidup sendiri, sehingga saya bersikap tidak perlu ada perkawinan. Tetapi ketika saya mulai serius memikirkan perkawinan, mulailah pikiran saya merancang gambaran tentang pasangan yang bagaimana yang saya inginkan. Saya sudah membayangkan pasangan hidup idaman, kulitnya harus begini, rambutnya harus begitu. Pada saat itu saya tidak tahu bahwa Tuhanlah yang akan mengaturnya. Saya berpikir keinginan saya membuat saya bahagia. Ternyata yang terjadi tidaklah demikian. Saya menikah dengan pasangan berbeda dengan apa yang saya idamkan. Namun demikian, saya memiliki perkawinan yang bahagia. Yang ingin saya sampaikan ialah rupa seseorang tidak menjamin perkawinan itu bahagia. Jadi, semua hal yang sebelumnya pernah saya pikirkan itu bukanlah iman melainkan suatu kesalahan. Yang terbaik adalah menginginkan pasangan hidup yang Tuhan tahu cocok untukmu: biarlah keinginanmu itu dapat sejalan dengan kehendakNya. Tuhan tidak akan memilih seseorang pasangan untukmu tanpa melibatkan engkau di dalamnya, atau tanpa mempedulikan engkau. Ia mengetahui apa yang terbaik untukmu. Apabila engkau meminta seorang suami atau istri kepada Allah, serahkan segala kualifikasinya kepadaNya. Mintalah di dalam nama Yesus dan percaya bahwa engkau sudah menerimanya.Dengan demikian engkau tidak perlu mencari cari lagi, melainkan imanmu dapat lepas dan membuka pintu bagi Allah untuk membawa orang itu ke dalam hidupmu, dan orang itu pasti akan cocok untukmu seperti baju yang dibuat oleh seorang tukang jahit :PAS a
dalah suatu kebodohan jika kita menginginkan pasangan kita harus begini atau begitu. Itu dapat terjadi karena keinginan daging seperti yang kita baca dalam surat Yakobus 4:1-3. Barangkali itulah sebabnya engkau belum menerima hingga sekarang. Bukanlah iman jika engkau sekedar pergi kepada Tuhan dan meminta seseorang. Tetapi engkau harus mengizinkan Tuhan membawa orang itu kepadamu. Kita bisa saja meminta sesuatu atau melakukan hal hal yang benar, tetapi tujuannya salah. Meminta pasangan hidup dengan motivasi yang salah adalah sangat tidak benar. "Kamu berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa".
Dengan kata lain, tujuan kita itu tidak benar karena meminta untuk keinginan daging agar terpenuhi. Kecantikan atau ketampanan tidak ada hubungannya dengan perkawinan yang bahagia. Saya mengenal orang orang yang sangat cantik dengan rambut paling indah, tetapi mempunyai perkawinan terburuk di dunia. Sebaliknya saya juga mengenal orang yang biasa biasa saja tetapi perkawinannya sangat indah. BELAJAR PERCAYA KEPADA BAPA DI SURGA Kita harus belajar untuk percata kepada Bapa di surga. Singkirkanlah pikiran kita dari segala hal yang jasmani, apakah itu mengenai rupa atau kulit dan sebagainya. Mulailah dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu. Serahkanlah permintaanmu itu kepadaNya: "Allah Bapa, saya menginginkan seorang suami atau seorang istri dan Engkau tahu bahwa saya menginginkan yang terbaik, tetapi saya akan mempercayakan itu kepadaMu, Tuhan. Semua ini saya minta di dalam nama Yesus dan saya percaya bahwa saya akan menerimanya sesuai firmanMu di dalam Markus 11:24 "Selanjutnya serahkan kepada Tuhan agar Dia dapat membawa orang itu ke dalam hidupmu. Tetapi hati hati, jangan salah menafsirkan ayat di atas. Karena ada kata kata 'apa saja yang kamu minta dan doakan'. Sehingga anda sudah menentukan si anu yang harus menjadi pasangan hidup saya. Bukan itu maksud yang dikatakan Yesus di dalam ayat tersebut. Engkau dapat meminta seorang suami atau istri, tetapi tidak bisa meminta orang tertentu, karena tidak ada disebutkan dalam Alkitab bahwa Allah pernah memberikan kita otoritas atas keinginan orang lain. Kita bisa saja menginginkan seseorang tetapi orang itu barangkali tidak menginginkan kita.
CARA YANG BENAR DALAM MEMINTA
Kalau engkau akan meminta seorang suami atau seorang istri, saya menyarankan untuk melakukan seperti ini:katakanlah, : "Tuhan saya minta seorang suami atau seorang istri yang sepadan dan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani saya. Saya percaya bahwa Engkau mengetahui yang terbaik
>untukku." Sesudah itu mulailah bersyukur Tuhan dan percaya kepadaNya bahwa Dia akan membawa orang itu ke dalam hidupmu dan kamu akan tahu sewaktu ia datang. Amin.
-----Original Message-----
Ingat, Masa Pacaran Bukanlah Segalanya!
Sebuah survey menyebut 80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan, selama itu pula pasangan bagai menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seorang melanjutkan pacarannya ke jenjang pernikahan. Makanya, teliti, cermati
serta pelajari pasangan Anda secara baik, agar Anda tidak kecewa. Anda perlu tahu motivasi-motivasi salah yang terkadang terdapat dalam pikiran kita mengenai perkawinan yaitu: Masalah usia Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini salah karena Tuhan punya rencana untuk tiap mahluk-Nya berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk menikah berbeda- beda. Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi teman kita yang sering kali
>dianggap 'perawan tua' atau semacamnya.
>
>Rasa kesepian
>Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita.
>Faktor ini
>terkadang terjadi pada kaum wanita. Dengan anggapan bahwa dirinya
>kesepian,
>maka ia akan menerima siapa saja yang tertarik dengannya.
>
>Tekanan dari orang tua, atau teman
>Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas
>dasar
>tekanan dari orang lain.
>
>Merasa sudah cocok
>Di saat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah cocok, hati-
>hati, kita
>harus teliti lebih jauh tentang dirinya. Seperti cerita, sepasang
>muda-mudi
>yang merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan menikah
>karena
>kebaikan pasangannya itu. Ingat! bahwa kita bukan mencari orang
>baik untuk
>dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena orang baik
>belum tentu
>orang benar, tetapi orang benar,pasti baik.
>
>Materi
>Seperti warisan, kekayaan, yang sifatnya tidak kekal dan hanya
>menjadikan
>manusia rakus harta.
>
>Asmara dan ketertarikan jasmani
>Ingatlah janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu,janganlah
>terpikat oleh bulu matanya. Karena apabila kita sudah menjadi tua
>pun semua
>kecantikan itu akan hilang.
>
>Biologis
>Ini dikhususkan untuk kaum pria. Janganlah menikah bila seorang
>pria belum
>menang dalam hal kekudusan atau nafsu. Janganlah berpikir kalau
>menikah
>adalah alternatif lain untuk seorang pria daripada ia lari ke
>berbuat dosa.
>
>Menikah dengan niatan atau maksud baik.
>
>Kuasa gelap
>Janganlah kita sekali-kali memakai cara ini dalam menentukan
>pasangan hidup
>kita. Ingat apa yang ditabur itu yang akan dituai. Iblis mungkin
>akan
>memberikan kepada kita wanita yang sempurna, pria yang sempurna
>seperti
>yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan kuitansi pada kita.
>Misalnya:
>perkawinanan Anda hanya 5 tahun, atau anak yang Anda lahirkan akan
>idiot,
>atau Anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan bisnis
>Anda, dan
>sebagainya. Tapi kalau kita meminta pada Tuhan, Tuhan akan
>memberikan yang
>menurutnya terbaik untuk kita, malah Dia akan memberikan damai
>sejahtera
>kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat ditukar
>dengan uang
>seberapa besarnya pun. Waspada terhadap daya tarik kuasa gelap
>misalnya pada
>saat kita sangat berharap, kita ketakutan, kita ingin memiliki, kita
>sakit
>hati dan sebagainya.
>
>Bagaimana dengan perbedaan yang ada? Semua perbedaan yang tidak
>mutlak, baik
>itu mengenai masalah usia, suku, ras, sosial, pendidikan, dapat
>diatasi
>dengan kedewasaan rohani.
>
>Pria pencemburu yang sering kali mengikat hubungan dengan
>pasangannya karena
>rasa tidak aman sampai pada tahap-tahap tertentu, jelas ia sedang
>jatuh
>dalam asmara dan bukan kasih, karena kasih tidak pencemburu. Begitu
>juga
>wanita.
>
>
>
>-----Original Message-----
>
>
>Read Each One Carefully and Think About It a Second or Two
>1. I love you not because of who you are, but because of who I am
>when I am
>with you.
>2. No man or woman is worth your tears, and the one who is, won't
>make you
>cry.
>3. Just because someone doesn't love you the way you want them to,
>doesn't
>mean they don't love you with all they have.
>4. A true friend is someone who reaches for your hand and touches
>your
>heart.
>5. The worst way to miss someone is to be sitting right beside them
>knowing
>you can't have them.
>6. Never frown, even when you are sad, because you never know who is
>falling
>in love with your smile.
>7. To the world you may be one person, but to one person you may be
>the
>world.
>8. Don't waste your time on a man/woman, who! Isn't willing to waste
>their
>time on you.
>9. Maybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the
>right
>one, so that when we finally meet the person, we will know how to be
>grateful.
>10. Don't cry because it is over, smile because it happened.
>11. There's always going to be people that hurt you so what you have
>to do
>is keep on trusting and just be more careful about who you trust
>next time
>around.
>12. Make yourself a better person and know who you are before you
>try and
>know someone else and expect them to know you. !
>13. Don't try so hard, the best things come when you least expect
>them too.
>
>
>REMEMBER: WHATEVER HAPPENS, HAPPENS FOR A REASON.
>
>
>
>Sampai Maut Memisahkan!
>
>Wah, kalo denger janji nikah itu hati ini deg-deg-an rasanya.
>Pengen...
>banget suatu hari nanti bisa saling ngucapin janji itu sama doi. Tapi
>ternyata mimpi tinggal mimpi, ternyata mimpi emang beda sama
>kenyataan. Yang
>udah ngelibatin Tuhan aja kadang masih bisa salah, apalagi kalo yang
>dulu
>waktu jadian belom ngelibatin Tuhan.
>
>"Diduain? Sering banget! Heran, doi ngakunya anak Tuhan, tapi kok
>hobinya
>nyakitin hati gua ya. Pengennya putus sih, abis hati ini rasanya
>sakit...
>banget tiap denger doi minta maaf. Atau kalo udah denger 1001 alasan
>yang
>doi omongin kalo ketahuan jalan ama yang lain!".
>
>"Nyesel juga rasanya kok dulu gua ngotot-ngotot banget bilang bahwa
>dia-lah
>PH gua yang dari Tuhan, ngotot bahwa peneguhan yang gua terima udah
>jelas
>sekali. Dulu gua ngotot bahwa dia bener-bener cewe yang bakal jadi
>PH gua,
>dan kita sudah bertekad untuk sehidup semati ama sang Yayang, sampai
>maut
>memisahkan!".
>
>Nggak ada gading yang nggak retak, begitu kata orang bijak. So,
>nggak ada
>satu pun manusia di dunia ini yang bisa luput dari kesalahan.
>Termasuk, doi
>atau kamu sendiri. Tahu nggak, waktu kamu mutusin buat mulai hubungan
>pranikah sama doi, mungkin kamu udah doa sebelomnya, bukannya lantas
>slogan
>sampai maut memisahkan udah jadi harga mati lho! Apalagi buat ente-
>ente yang
>nggak ngelibatin Tuhan sama sekali sebelomnya.
>
>Gading retak mungkin masih bisa diputar biar bagian yang mulus tetap
>bisa
>dipamerkan kemulusannya, tapi doi yang udah ngaco and nggak sejalan
>lagi,
>sejauh mana harus tetap dipertahankan? Cek, mungkin doi termasuk
>orang yang
>pantas untuk di-cut-off, alias nggak bisa lagi dibawa untuk terus
>maju,
>kalau:
>
>1. Beda prinsip
>Iman, kepercayaan, pandangan hidup, merupakan hal prinsip yang harus
>diperhitungin banget dalam soal Pasangan Hidup. Seperti kata Firman
>Tuhan,
>gelap dan terang gak bisa bersatu. Gimanapun, pasangan kita harus
>yang
>seiman and seimbang kan? Tanpa itu? Wah, dari kasus-kasus yang ada
>sulit
>banget deh hubungan kamu bisa diharapkan meningkat. Kecuali pasangan
>itu
>memang tidak mengakui keberadaan Tuhan.
>
>2. Dia Addicted/Pecandu
>Kalau doi pecandu narkoba, alkohol atau judi. Dan sulit banget untuk
>menghilangkan kecanduannya walau sudah seribu satu cara dicoba karena
>mungkin emang doi yang nggak mau berubah. Kalo gini terus rasanya
>doi perlu
>masuk nominasi untuk dilupain.
>
>3. Punya Masalah Kepribadian
>Semua orang pasti punya masalah, tapi kalo udah doyan mukul kalo
>marah,
>bertemperamen tinggi yang terus menerus tinggi, memperlihatkan gejala
>gangguan jiwa, doyan ngelaba, dll yang sejenis, itu sih udah nggak
>sehat.
>Tinggal kita pilih aja, keluarga kita bakal jadi keluarga yang
>mengalami
>gangguan kejiwaan, atau hubungan ini di'parkir' dulu supaya doi bisa
>diberesin dulu jiwanya. Kalo nggak ada kemajuan juga, alias nggak mau
>berubah juga, sebaiknya belajarlah untuk melupakan.
>
>4. Childish, alias nggak pernah bisa dewasa
>Pengen si doi yang ngertiin dia terus, kalo salah nggak pernah mau
>minta
>maap dll. Tentu yang kayak gini bakal susah untuk diajak sehidup
>semati,
>soalnya dia maunya hidup terus sementara kita dibiarin mati. Bakal
>bikin
>cape pasangannya!
>
>So, kalo ternyata hasil cek n ricek menunjukkan pasangan kamu
>memiliki
>kekurangan seperti yang ada dalam poin di atas gimana?
>
>1. Tetep... DOA! Dan pasang kuping untuk mendengar apa tuntunan
>Tuhan buat
>kita. Setelah itu, just do it!
>2. Kalo emang harus say goodbye ama doi karena alasan yang benar,
>jangan
>khawatir. Mungkin emang sakit, tapi jalan masih panjang. Tetap
>percaya,
>Tuhan bakal kasih yang terbaik.
>3. Kasih dukungan sama doi kalo dia emang perlu buat ngatasin
>masalahnya,
>tetap berteman sama dia. Ingat, jangan sampe hubungan kamu
>pertahanin hanya
>karena kasihan, itu sama sekali bukan alasan yang kuat untuk terus
>membangun
>hubungan pranikah.
>4. Jangan pernah merasa gagal dan merasa udah bikin keputusan yang
>amat
>salah dan nggak termaafkan seumur hidup. Namanya manusia, salah dan
>gagal
>bisa aja. Tapi gimana kita bisa keluar dan memperbaiki kesalahan
>itu, itu
>baru keren bo!
>5. Tetapi bagaimanapun, jangan cuman ngeliat kejelekan orang lain or
>pasangan kita, jangan cuman pengen pasangan kita yang berubah,
>kitapun harus
>belajar berubah. Bukan menikah dengan orang yang tepat, tapi menjadi
>orang
>yang tepat untuk pasangan kita.
>Sampai maut memisahkan... jangan slogan doang, tapi musti dijalanin!
>
take from http://gbiontherock.com
Aborsi
Apakah yang akan Anda pilih dalam keempat situasi berikut ini?
1. Ada seorang pendeta dan istrinya yang sangat-sangat miskin. Mereka sudah mempunyai 14 anak. Sekarang sang istri baru saja mengetahui bahwa ia sedang mengandung anak yang ke-15. Mereka hidup dalam kondisi yang sangat miskin. Dengan mempertimbangkan faktor kemelaratan mereka, apakah Anda berpendapat bahwa sang istri sebaiknya melakukan aborsi?
2. Sang ayah menderita sakit pernafasan, dan ibunya menderita tuberculose. Mereka sudah memiliki 4 anak. Anak pertama buta, anak kedua meninggal dunia, anak ketiga tuli, dan anak keempat menderita tuberculose. Sang ibu mendapati bahwa ia hamil lagi. Dihadapkan pada situasi ini, apakah Anda menganjurkan aborsi?
3. Seorang pria kulit putih memperkosa anak perempuan kulit hitam berumur 13 tahun, dan anak itu hamil. Jika Anda adalah orangtua anak tersebut, apakah Anda menganjurkan aborsi?
4. Seorang remaja perempuan hamil. Dia belum menikah. Pasangannya bukanlah ayah dari bayi yang dikandungnya, dan pria itu sangat kecewa. Apakah Anda menganjurkan aborsi?
Jika Anda menganjurkan aborsi pada kasus pertama, maka anda telah membunuh John Wesley. Seorang pembawa kebangunan rohani terbesar di abad ke-19.
Jika Anda menganjurkan aborsi pada kasus kedua, maka anda telah membunuh Beethoven.
Jika Anda menganjurkan aborsi pada kasus ketiga, maka anda telah membunuh Ethel Waters, seorang penyanyi Gospel yang luarbiasa
Dan terlebih lagi...........
Jika Anda menganjurkan aborsi pada kasus terakhir, anda telah membunuh Yesus Kristus dan membatalkan karya penyelamatan umat manusia!
Jadi tak peduli konteks apapun yang dihadapi, aborsi bukanlah sebuah tindakan yang dapat dibenarkan.
take from http://gbiontherock.com
Tips untuk memulai hari
Tips Memulai Hari dengan Cerah
Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.
Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.
Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai
hari dengan cerah.
1--Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.
2--Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.
3--Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.
4--Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.
5--Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.
6--Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.
7--Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks. Selamat bekerja serta selamat bercerah hari.
take from http://gbiontherock.com
Don't Miss the Simple Thing

Terkadang, tersirat dibenak kita untuk menganggap remeh akan hal-hal yang simple atau kecil dalam kehidupan kita.
Mungkin kita menganggap bahwa hal tersebut tidaklah terlalu penting bagi kita, sehingga begitu mudahnya kita mengabaikan hal tersebut.
Layaknya api, ketika api tersebut masih kecil, manusia menganggap itu tidaklah terlalu penting. Tapi sadarkah kita? Api yang kecil bisa berubah menjadi api besar yang mampu melahap sekitarnya?
Ingatkah kita pada apa yang dikatakan oleh Lukas 16:10, yaitu “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Jelas tertulis di sana bahwa hal-hal besar di mulai dari hal-hal kecil. Tuhan menyulam kehidupan kita bukan hanya pada hal-hal besar namun dari hal-hal kecil. DIA menginginkan anak-anakNYA memiliki fondasi yang kuat dalam segala aspek kehidupan. Fondasi ini berguna untuk kita menjalani hal-hal besar yang akan Tuhan percayakan dalam kehidupan kita.
Mari mulai segala sesuatu dari dasarnya, janganlah menganggap remeh atas hal-hal kecil di sekitar kita. Untuk menggapai tujuan yang besar, mulailah dengan action plan terkecil. So, don’t miss the simple mission in this life that can support the BIG vision! (AJP)
take from http://www.blogger.com
Dream Big Start Small
Dream Big Start Smallalt
Umumnya sewaktu kita kecil, sering kali kita mencoba barang-barang milik orang tua kita ataupun kakak kita, misalnya kita mencoba sepatu mama, dasi papa, ataupun baju kakak kita. Yang ada dipikiran kita saat itu pasti, “Wah aku pengen cepat menjadi dewasa dan bisa pakai ini semua”. Setiap manusia cenderung berharap bisa menjadi cepat dewasa, seperti ketika kita masih SD, kita ingin sekali cepat-cepat memakai seragam putih biru dan ketika kita sudah bisa memakai seragam putih biru, kita ingin sekali mengenakan pakaian putih abu-abu.
Tindakan kecil seperti itupun, tanpa kita sadari kita sudah mempunyai tujuan.Tujuan, dibentuk dari harapan dan hadir dihampir selurruh aspek di dalam hidup kita.
Tuhan menciptakan kita pun dengan suatu tujuan dan tugas kita adalah meresponinya dengan benar agar hal-hal tersebut dapat berguna bagi perkembangan diri sendiri maupun orang lain. Setiap mimpi besar, berawal dari hal yang kecil yang kemudian berubah menjadi tujuan ketika kita memutuskan untuk mengambil tindak lanjut atas mimpi kita tersebut. Tujuan yang diyakini dan mendasari setiap tindakan yang dilakukan sejalan dengan mimpi kita, disebut visi. Sesuatu di depan sana, yang bisa kita lihat namun kita harus berjalan dan berusaha meraihnya. Bayangkan jika kita hidup tanpa tujuan, kita hanya percaya pada perasaan kita dan melupakan urusan lainnya.Dengan adanya tujuan, bisa membuat hidup kita lebih ‘hidup’.
Oleh karena itu jangan pernah takut bermimpi dan ikut sertakan Tuhan dalam setiap mimpi-mimpi kita. Karena Tuhan akan selalu bersama-sama dengan kita dan dia yang akan menolong serta menopang kita kapanpun kita memerlukannya. (NH)
take from http://freshgeneration.org
Setiap langkah adalah anugrah
Seorang professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana , ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.
Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas.
Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu ? tanya sang professor.
Melakukan apa ? tanya Ralph.
Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu ? desak sang professor.
Oh, kata Ralph, selama perang ..... Saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.
Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.
Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. katanya ......
Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya.
Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.
Nilai manusia ......
tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup.
Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.
Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan BERSYUKURLAH SETIAP SAAT .......
Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini.
Hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri..
Patahkan kakinya
Ada seorang hamba Tuhan di Australia yang selain melayani sebagai Gembala Sidang, dia juga adalah seorang gembala domba dan dia memiliki banyak domba peliharaan. Dalam keseharian dia menggembalakan domba, memberi mereka makan, membawa mereka ke padang rumput, dia menemukan seekor domba yang nakal dan memiliki karakter yang sangat berbeda dengan domba-domba yang lain.
Domba nakal ini selalu memisahkan diri dari teman-temannya. Ketika domba-domba yang lain makan rumput secara berkelompok, dia akan keluar dari kelompoknya dan pergi ke tempat yang dia suka, atau ketika gembalanya sedang menggiring domba-dombanya ke padang rumput, si domba nakal akan lari sendirian ke arah yang berlawanan, jauh dari kelompoknya.
Reaksi si gembala adalah selalu mengejar domba nakal ini dan menempatkannya kembali ke kelompoknya. Dan hal ini selalu dia lakukan berulang kali, jadi, bila si domba nakal memisahkan diri, si gembala akan mengejar dan menggendongnya untuk mengembalikan dia kekelompoknya.
Gembala ini sabar menghadapi hal ini karena dia juga seorang gembala yang Tuhan percayakan jemaat kepadanya (mungkin juga ada jemaat yang nakal kaya begini..) , tapi setelah berkali-kali hal ini terjadi, si gembala pusing juga ternyata... dan dia mulai menyampaikan hal ini kepada Tuhan dalam doanya..... "Tuhan,...Engkau adalah seorang Gembala yang baik,..dalam Mazmur, Daud pun mengilustrasikan Engkau sebagai Gembala yang membawa domba-domba-Mu ke padang rumput yang hijau. Daud, pada masa mudanya pun adalah seorang gembala domba dan apa yang dia ungkapkan tentang Engkau, sebagai seorang Gembala, ku percaya bahwa Daud pun menemukan hal-hal ini ketika dia sedang menggembalakan dombanya.
Tuhan,...Engkau Allah yang mengetahui segala sesuatu,... jadi kalo Engkau ada pada posisiku,....apa yang akan Engkau lakukan dalam menghadapi domba yang nakal ini?" "Patahkan kakinya..." Kata Tuhan.
Haaaaaaaa....Tuhan,...patahkan kakinya..? (sambil mikir, ko' Tuhan tega amat) Tanya balik ke Tuhan. Tapi, kembali jawaban Tuhan, "..patahkan kakinya.."
Menyadari bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, dia ngikut apa yang Tuhan suruh dia buat. Maka, esok harinya, ketika sedang menggembalakan domba,si domba nakal melakukan kebiasaannya dan si gembala mengangkatnya, sambil berkata dalam hati, "Tuhan,... aku nggak tega, tapi karena Engkau yang suruh aku untuk patahkan kakinya, maka aku akan patahkan kakinya..."
Si domba nakal merintih kesakitan dan si gembala nggak tahan mendengarnya, hatinya sakit sekali mendengar rintihan itu, namun dia sangat mengasihi domba itu dan dia patuh dengan apa yang Tuhan suruh dia lakukan.
Setelah dia mematahkan kaki si domba nakal,kaki tersebut dia balut. Setiap hari dia menggendong domba nakal itu karena dia nggak bisa jalan.Si domba itupun dirawat olehnya, domba itu makan rumput di samping gembalanya karena bila dia makan rumput dengan teman-temannya dia akan terinjak, bila sedang berjalan-jalan di padang rumput, si gembala akan menggendongnya.
Inilah yang terjadi,.. setiap kali domba nakal ini haus, dia akan menjilat keringat si gembala yang menggendongnya, kepalanya selalu bersandar pada dada si gembala dan menggosokkan kepalanya di bahu gembala bila sedang berjalan-jalan di padang rumput. Selama kakinya patah, domba nakal ini sangat bersikap manis dan hampir setiap saat, dia menjilat keringat gembalanya...dia tidak berdaya, sangat bergantung pada gembalanya. Akhirnya, kakinya pun sembuh. Si gembala membuka balut pada kakinya dan melepaskannya untuk bermain-main dengan teman-temannya yang lain.
Namun, hal inilah yang terjadi,...dia tidak berlari ke kelompoknya, tapi terus merapatkan dirinya di antara kaki gembalanya,...sehingga si gembala mengangkatnya (dan si domba nakal masih terus menerus menjilat gembala!) dan harus meletakkan dia di kelompoknya, tapi si domba nakal selalu berlari mengikuti dan merapatkan dirinya kembali ke gembalanya! Si gembala berulang kali melakukan hal ini,tapi, berulang kali pula si domba nakal kembali kepadanya...
Si gembala bingung dengan perilaku domba nakal ini, dan dalam kebingungannya Tuhan berkata kepadanya, "Itulah yang tidak dimengerti oleh umat-Ku,...ketika Aku membiarkan mereka berbeban berat atau terluka atau Aku ijinkan sesuatu menimpa mereka,...itu adalah untuk membawa mereka mendekat kepada-Ku. Aku melakukan itu untuk membuat mereka mengerti betapa berharganya mereka di hati-Ku,... betapa Aku ingin mereka hidup bergantung hanya pada-Ku, dekat dan intim dengan-Ku. Tapi, seringkali,mereka semakin menjauh ketika hal-hal itu terjadi...."
Gembala itu akhirnya mengerti, mengapa Tuhan menyuruh dia mematahkan kaki domba nakal itu, yaitu untuk menyatakan isi hati-Nya, betapa manusia berharga di hati-Nya dan mengajar dia tentang kerinduan Allah untuk hidup intim dengan umat-Nya, namun, banyak orang yang nggak menyadari hal itu dan Allah mau dia menyatakan itu kepada jemaat-Nya.
Teman,...terkadang kita nggak sadar bahwa hal-hal kecil yang kita hadapi setiap hari, adalah proses pembentukan karakter. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penu harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan keadaanmu..." (Yeremia 29:11-14b)